Iklan

Anggota DPRD Barsel Minta Oksigen dan Kamar ISPA di Puskesmas Disiapkan Antisipasi Kabut Asap

Redaksi Harian Media Nusantara.com
, Selasa, September 01, 2026 WIB Last Updated 2026-09-02T02:22:53Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

BUNTOK — Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Dr. H. Lisawanto, SE., ME., MBA., meminta Rumah Sakit Umum Daerah, RSUD, Jaraga Sasameh Buntok dan Puskesmas-Puskesmas bersiap menghadapi peningkatan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut, ISPA, akibat kabut asap yang semakin pekat.


“Oksigen tersebut harus tersedia dalam jumlah yang cukup, mengingat pasien ISPA pasti akan meningkat seiring memburuknya kualitas udara,” ujar Lisawanto di kantornya, Selasa (1/9/2026).


Selain oksigen, tempat penampungan pasien atau kamar khusus ISPA juga harus tersedia. Ia juga mendorong Dinas Kesehatan agar kembali membagikan masker kepada masyarakat.


“Namun yang lebih penting dari itu harus ada antisipasi penyakit atau pasien ISPA dan harus tersedianya oksigen hingga ke Puskesmas-Puskesmas yang ada di wilayah Barito Selatan, jangan sampai kosong. Artinya jangan hanya di rumah sakit tapi juga di puskesmas-puskesmas,” katanya.


Lisawanto mengapresiasi keberadaan “Rumah Oksigen Gratis” di Jalan Pembangunan. Namun ia menilai layanan itu baru menjangkau masyarakat perkotaan.


“Yang paling kita khawatirkan ini adalah masyarakat di desa-desa, yang sumber asap karhutlanya dekat dengan masyarakat. Sehingga kabut asap itu sangat mengganggu masyarakat di sana. Jadi desa-desa yang lebih dekat dengan titik asap harus tersedia oksigen khususnya di Puskesmas,” ujarnya.


Menurut Politisi Partai Gerindra ini, suplai oksigen harus lebih banyak di puskesmas-puskesmas karena lokasinya dekat dengan sumber kebakaran hutan dan lahan, karhutla. 


“Karena bau asap sangat menyengat sehingga perlu diantisipasi di daerah yang terdampak langsung kebakaran hutan dan lahan,” tambahnya.


Ia juga menekankan pentingnya kesiapan tenaga kesehatan untuk memberikan pertolongan pertama. 


Untuk penanganan karhutla, Lisawanto mengajak masyarakat ikut berpartisipasi. Ia menyebut TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD, Damkar, dan Satpol PP sudah bekerja maksimal.


“Masyarakat sebagai ujung tombak. Masyarakat yang punya kebun dan lahan agar memelihara dan menjaga lahan kebunnya dari kebakaran hutan dan lahan. Maka dari itu dihimbau kepada masyarakat yang punya lahan agar menjaga lahannya agar tidak terbakar,” katanya.


Masyarakat juga diminta aktif melaporkan jika terjadi karhutla ke 113 dan 110 agar api cepat ditangani sebelum membesar. (Ades)

Komentar

Tampilkan

Terkini